Alhamdulillah.
Anak kecil mencuri karena beberapa sebab:
1.
Dia mencuri
karena belum dapat membedakan antara meminjam dan mencuri. Pemahaman
kepemilikan khusus beluj jelas baginya.
2.
Sebagian mencuri
karena dirinya tidak memiliki sesuatu, sementara temannya memilikinya.
3.
Balas dendam
terhadap orang tua, atau mencari perhatiannya.
Apa yang harus anda lakukan?
1- Bersikap tenang, jangan mencela dan
memarahi. Usahakan bersikap tenang, sebab ini adalah kesempatan untuk
mengajarkan anak anda.
2- Beri nasehat kepada sang anak,
jelaskan padanya hukum mencuri dalam Islam. Bahwa Allah Ta'ala berfirman
dalam Kitab-Nya yang mulia, "Pencuri laki-laki dan pencuri peremuan
hendaklah kalian potong tangannya." Dan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa
sallam mengambil janji saat membai'at kaum wanita agar mereka tidak mencuri,
sebagaiman firman Allah Ta'ala, "Dan agar mereka tidak mencuri..." Ingatkan
putera anda dengan pengawasan Allah Azza wa Jalla. Allah Ta'ala berfirman,
"Dia selalu bersama kalian, dimana saja kalian berada," Dia juga berfirman,
"Allah menyaksikan apa yang kalian perbuat." Katakan, sesungguhnya Allah
melihatmu walaupun engkau mencuri secara sembunyi-sembunyi jauh dari
pandangan orang, karena Dia, "Mengetahui yang rahasia dan yang lebih
tersembunyi."
3- Berikan arahan kepada sang anak.
Hendaknya memberikan arahan kepada sang anak tentang sebab yang mendorong
dia untuk mencuri, seperti dengan anda mengatakan, "Ayah tahu engkau mencuri
permen dari supermarket karena engkau merasa ingin memilikinya, akan tetapi
mencuri bukanlah caranya. Berikutnya, jika engkau mengingingkan sesuatu,
bicarakan dahulu kepada ayah. Ayah tahu, engkau ingin jadi orang yang
dipercaya." Upayakan sang anak diposisikan berada di pihak yang dicuri,
misalnya dengan berkata, "Jika engkau menjadi orang yang dicuri, bagaimana
perasaanmu."
4.
Hukuman yang
tegas. Yaitu dengan meminta sang anak agar mengembalikan barang yang dicuri
dan meminta maaf, atau mengganti harganya jika barangnya telah rusak.
Kemudian sebagai hukuman dia tidak mendapatkan beberapa fasilitas-fasilitas
tertentu di dalam rumah.
5.
Memantau sang
anak dan tidak mengabaikannya untuk waktu yang lama.
Hanya
Allah Pemberi petunjuk menuju jalan yang lurus.
Lihat Kitab "Tanwirul Ibad bi Thuruq Ta'amul Ma'al Aulad," Hamid Nahar Al-Muthairi, hal. 27.