1. Al-Hamdulillah. Memang benar, orang yang tidak yakin akan kekafiran orang
yang kafir terhadap agama Allah, tidak mempercayai berita dari Allah tentang
kekafiran mereka, tidak meyakini bahwa agama Islam itu telah menghapus seluruh
ajaran agama sebelumnya, bahwa setiap orang harus mengikuti ajaran agama Islam
ini apapun agamanya sebelum itu, maka ia telah kafir. Allah berfirman:
"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk
orang-orang yang rugi." (QS.Ali Imraan : 85)
Allah berfirman:
"Katakanlah:"Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah
kepadamu semua.." (QS. Al-A'raaf : 158)
2. Al-Qadhi Iyyadh menyatakan: "Oleh sebab itu, kita memvonis kafir
setiap orang yang menganut agama selain dari agama islam, atau tidak menyikap
agama mereka, atau ragu-ragu, atau membenarkan jalan hidup mereka, meskipun
ia menampakkan keislamannya atau meyakini kebenaran Islam, dan meyakini kebatilan
selain agama Islam. Ia tetap kafir, bila ia menampakkan juga yang berkebalikan
dari keyakinan itu." Asy-Syifa Bit Ta'rifi Huquqil Mushthafa (II : 1071)
3. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -Rahimahullah-menegaskan: "Ketahuilah
bahwa di antara pembatal-pembatal keislaman yang terbesar ada sepuluh:
Yang pertama: Syirik kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya..
(QS. An-Nisaa' : 48)
Di antara bentuk syirik adalah menyembelih untuk selain Allah, seperti untuk
jin dan kuburan.
Yang kedua: Mengambil perantara antara dirinya dengan Allah untuk
berdoa dan meminta syafa'at. Hukumnya adalah kafir berdasarkan ijma' kaum
muslimin.
Yang ketiga: Orang yang tidak menggap kafir kaum musyrikin atau ragu
terhadap kekufuran mereka, atau membenarkan madzhab mereka. Orang ini juga
kafir berdasarkan ijma'."
Setelah menyebutkan satu persatu sepuluh pembatal keislaman itu, beliau -Rahimahullah--
menegaskan: "Tidak ada bedanya dalam semua pembatal keislaman itu antara
orang yang bercanda atau orang yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Kesemuanya
adalah perbuatan yang paling berbahaya namun juga paling banyak terjadi. Maka
selayaknya setiap muslim mewaspadainya dan mengkhawatirkan hal itu terjadi
pada dirinya. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari hal-hal yang menimbulkan
kemurkaan dan siksa-Nya yang pedih. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
(Dari tulisan-tulisan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -Rahimahullah--
4. Syirik dan kekufuran dalam hukum sama saja. Ibnu Hazm -Rahimahullah--
menyatakan: "Kekufuran dan kemusyrikan sama saja. setiap kafir itu musyrik
dan setiap musyrik itu kafir. Itulah pendapat Imam Syafi'ie dan yang lainnya."
(Al-Fishal III : 124)
5. Kaum Yahudi dan Nashrani adalah orang-orang kafir dan musyrik. Allah berfirman:
"Orang-orang Yahudi berkata:"Uzair itu putera Allah" dan
orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian
itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang
kafir terdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling..
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb
selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal
mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak
disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. At-Taubah : 30-31)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Dzat yang Muhammad berada di tangan-Nya; setiap umat ini baik
dari kalangan Yahudi maupun Nashrani yang mendengar ajakanku lalu mati dan
belum beriman kepada ajaran yang diwahyukan kepadaku, pasti ia termasuk penghuni
Neraka." HR. Muslim (153).
Orang yang mengatakan bahwa Yahudi itu tidak kafir, berarti ia telah mendustakan
firman Allah terhadap Yahudi:
"Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah)
anak sapi karena kekafirannya.." (QS. Al-Baqarah : 93)
Demikian juga terhadap firman Allah:
"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merobah perkataan dari tempat-tempatnya.
Mereka berkata:"Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya".
Dan (mereka mengatakan pula):"Dengarlah" sedang kamu sebenarnya
tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan):"Raa'ina", dengan
memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan:"Kami
mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah
itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka,
karena kekafiran mereka." (QS. An-Nisaa' : 46)
Juga firman Allah:
"Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan
mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan
Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan:"Hati
kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka
karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil
dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka
terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka:"Sesungguhnya
kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal
mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang
yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (QS.An-Nisaa' : 155-157)
Demikian juga terhadap firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya,
dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya,
dengan mengatakan:"Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap
sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil
jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (merekalah orang-orang
yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang
kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. An-Nisaa' : 150-151)
Orang yang tidak menganggap kafir orang-orang Nashrani, berarti it tidak
berikan kepada firman Allah:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :"Sesungguhnya
Allah itu adalah Al-Masih putera Maryam". (QS.Al-Maa-idah : 17)
Demikian juga dengan firman-Nya:
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Bahwanya Allah
salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang
kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari
apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka
akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS.Al-Maa-idah : 73)
Demikian juga berarti orang tersebut telah mendustakan firman Allah tentang
orang-orang Yahudi dan Nashrani sekaligus, tidak beriman kepada Nabi kita
dan tidak mengikuti jalannya. Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya,
dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya,
dengan mengatakan:"Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap
sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil
jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (merekalah orang-orang
yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang
kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS.An-Nisaa' : 150-151)
Setelah penjelasan yang sedemikian rupa dari Allah Subhanahu wa Ta'ala,
apa lagi yang perlu dijelaskan? Kita memohon hidayah kepada Allah, dan semoga
shalawat terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.