Alhamdulillah.
Tidak dibenarkan anda shalat Taraweh dahulu
kemudian shalat Isya. Seyogyanya anda masuk bersama jama’ah dengan niat
shalat Isya, ketika imam salam setelah dua rakaat, anda berdiri untuk
melengkapi sisa dua rakaat. Shalat qiyam tidak (dapat dilaksanakan) sebelum
Isya, bahkan harus setelahnya setelah sunnah rawatib Isya. Berarti apa yang
telah anda laksanakan dianggap sebagai shalat sunnah mutlak, bukan shalat
qiyam.
Syekh Abdul Azizi bin Baz rahimahullah
ditanya: “Kalau seorang muslim datang ke masjid dan didapati orang-orang
menunaikan jama’ah Taraweh sementara dia belum shalat Isya. Apakah (boleh)
shalat bersama mereka dengan niat shalat Isya?.”
Beliau menjawab: “Tidak mengapa anda shalat
bersama mereka dengan niat shalat Isya menurut pendapat terkuat di antara
pendapat para ulama. Ketika imam salam, hendaknya dia berdiri menyempurnakan
shalatnya. Sebagaimana telah ada ketetapan dalam Ash-Shahihain (Shahih
Bukhari dan Muslim) dari Mu'az bin Jabal radhiallahu’anhu bahwa
beliau shalat bersama Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Isya
kemudian beliau pulang ke kaumnya, dan shalat (menjadi imam) bagi mereka,
dan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tidak mengingkarinya. Hal itu
menunjukkan dibolehkannya (orang yang shalat) wajib di belakang orang yang
shalat sunnah.
Juga terdapat dalam riwayat yang shahih dari
Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau dalam salah
satu cara dalam shalat khauf. Beliau shalat dengan satu kelompok dua rakaat
kemudian salam, dan shalat (lagi) dengan kelompok lain dua rakaat kemudian
salam. Maka yang pertama bagi beliau adalah wajib dan kedua adalah sunnah
sementara mereka (kelompok kedua) adalah shalat wajib. Wallahu
waliyyut-taufiq. (Majmu Fatawa Sykeh Ibnu Baz, 12/181)
Beliau juga berkata: “(Yang sesuai) sunnah
dalam tahajud di bulan Ramadan dan selain Ramadan, (pelaksanaannya) adalah
setelah sunnah rawatib Isya, sebagaimana yang dilaksanakan Nabi
sallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada bedanya apakah dilaksanakan di
masjid maupun di rumah. (Majmu’ Fatawa Syekh Ibnu Baz, 11/368)
Adapun terkait dengan shalat Taraweh anda
yang tertinggal, anda boleh memilih. Kalau anda mau, anda laksanakan dan
anda juga boleh meninggalkannya. Karena Taraweh adalah sunnah, mengqadha’nya
bukan wajib tidak seperti shalat lima waktu.
Wallahu’alam .