Al-Hamdulillah. Allah Subhanahu wa Ta'ala dekat dengan para hamba-Nya.
Allah mengetahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak
ada sedikitpun urusan mereka yang tidak Dia ketahui.
"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi
dan tidak (pula) di langit." (QS. Ali Imran : 5)
Hanya Allah semata yang menciptakan kita dan memberi rezeki kepada kita.
Di tangan-Nya jua-lah kekuasaan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Firman
Allah:
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di
dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Maa-idah
: 120)
Di tangan Allah-lah segala kebaikan. Apabila Allah memberikan perintah dalam
Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya, harus ditaati dan dituruti. Firman
Allah:
"Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul
apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu,
dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya,
dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (QS. Al-Anfaal
: 24)
Allah yang Maha Kuasa dapat mendengar doa para hamba-Nya di setiap tempat
dan waktu dengan pelbagai kebutuhan dan bercorak ragam bahasa mereka. Sebagaimana
firman Allah:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa
apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku
dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
(QS. Al-Baqarah : 186)
Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dengan suara perlahan,
dengan tunduk dan pasrah. Firman Allah:
"Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.."
(QS. Al-A'raaf : 55)
Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki segala kekuasaan dan segala pujian.
Dan Allah juga menguasai segala sesuatu. Langit dan bumi serta segala yang
terdapat di dalamnya bertasbih kepada Allah, sebagaimana firman Allah:
"Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.."
(QS. Al-Israa : 44)
Allah telah mengancam orang-orang yang takkabur dan enggan beribadah serta
berdoa kepada-Nya dengan Neraka Jahannam. Firman Allah:
"Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk naar Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Al-Mukmin
: 60)
Berdoa kepada Allah harus dengan cara yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Di antaranya berdoa kepada Allah dengan menjadikan Asma Allah Al-Husna sebagai
perantara.
"Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari
kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raaf ; 180)
Misalnya kita ucapkan: "Wahai Ar-Rahman (yang Maha Pengasih)
kasihanilah kami; wahai Al-Ghafur (Yang Maha Pengampun) ampunilah kami;
wahai Ar-Razzaq (Yang Maha Memberi rezeki, berikan rezeki kepada kami,"
dan sejenisnya.
Apabila seorang hamba berdoa kepada Allah, terkadang Allah memberikan apa
yang dia mohon, dan terkadang Allah menghindarikan dirinya dari bahaya yang
lebih besar daripada permohonan yang dia minta; atau bisa jadi Allah menyimpan
pahala doanya itu hingga Hari Akhir nanti. Karena Allah memerintahkan berdoa
dan berjanji akan mengabulkannya. Allah berfirman:
"Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan
bagimu." (QS. Al-Mukmin : 60)
Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya semata, dan memperingatkan
kita agar tidak beribadah kepada syetan. Allah berfirman:
"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu
tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu..
Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus." (QS. Yaasin
: 60-61)
Berdoa kepada selain Allah untuk memenuhi kebutuhan atau menolak bala atau
untuk mencari kesembuhan dari penyakit kesemuanya dapat mengotori akal dan
membutakan mata hati. Allah berfirman:
"Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah,
sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula)
mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan
ke belakang sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita.." (QS. Al-An'aam
: 71)
Sesungguhnya berdoa kepada dzat yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudharrat,
yang tidak mampu memerintah dan melarang, tidak mampu mendengar dan tidak
mampu memperkenankan doa, baik itu dari kalangan para nabi dan rasul, jin
atau malaikat, bintang-bintang atau benda langit lainnya, pepohonan dan bebatuan
serta orang-orang yang sudah mati, kesemuanya adalah kezhaliman yang besar,
merupakan kesesatan dari jalan yang lurus dan perbuatan syirik terhadap Allah
yang Maha Agung. Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at
dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat
(yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang
yang zhalim". (QS. Yunus : 106)
Juga firman Allah:
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sesembahan
selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'anya) sampai hari kiamat
dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka." (QS. Al-Ahqaaf
: 5)
Berdoa kepada selain Allah adalah perbuatan syirik dan merupakan dosa besar,
bahkan dosa terbesar. Segala bentuk dosa bisa diampuni oleh Allah bagi siapa
yang Allah kehendaki, kecuali dosa syirik. Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya."
(QS. An-Nisaa : 48)
Pada Hari Kiamat nanti Allah akan mengumpulkan orang-orang musyrik dan setiap
orang yang beribadah kepada-Nya, namun para sesembahan tersebut akan berlepas
diri dari mereka, bahkan mengingkari penyembahan mereka. Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai
apa-apa walaupun setipis kulit ari. ( Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada
mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan
permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan
tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan
oleh Yang Maha Mengetahui. (Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah;
dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji."
(QS. Al-Faathir : 13-15)
Dari kitab Ushul Ad-Dienil Islami oleh Syaikh Muhammad
bin Ibrahim At-Tuwaijiri